Jika Anda berkecimpung dalam dunia kreatif, besar kemungkinan Anda pernah atau bahkan secara rutin menggunakan software Adobe Photoshop. Saking populernya software ini dalam dunia olah gambar digital, hingga muncul sebuah istilah “sotosop” yang merupakan kata plesetan populer dari manipulasi foto. Padahal bisa saja manipulasi gambar/foto tersebut dibuat dengan software selain Photoshop.
Dengan segala fitur dan kecanggihannya, Photoshop memang sudah lama menjadi standar industri untuk editing foto dan desain grafis. Namun, sejatinya tidak semua orang membutuhkan seluruh fitur canggih yang dimilikinya dan bersedia membayar harga tinggi untuk berlangganan software ini. Bahkan ada beberapa pengguna memaksakan untuk menggunakan Photoshop versi bajakan hanya demi merasakan “sensasi” industri standard. Saat ini banyak software alternatif Photoshop yang lebih ringan, terjangkau, bahkan gratis. Artikel ini akan membahas beberapa alternatif terbaik dari Adobe Photoshop beserta keunggulan dan kelemahannya.
Affinity Studio
Affinity Studio adalah salah satu pesaing terkuat Photoshop dalam beberapa tahun terakhir. Dirilis oleh perusahaan bernama Serif yang kini telah diakuisisi oleh Canva, software ini menawarkan hampir semua kemampuan editing profesional dengan performa yang ringan dan tanpa sistem langganan.
Fitur unggulan:
- Editing foto non-destruktif (layer, masking, dan adjustment layer seperti Photoshop).
- Kompatibel dengan format PSD.
- Tool retouching profesional (frequency separation, healing brush, liquify).
- Dukungan HDR, panorama stitching, dan batch processing.
Kelebihan:
- Gratis. Cukup membuat akun Canva.
- Performa cepat dan responsif, bahkan di laptop dengan spek hardware menengah.
- Antarmuka mirip Photoshop, mudah untuk beradaptasi bagi yang ingin hijrah dari Photoshop.
- Sebenarnya Anda tak akan hanya dapat alternatif dari Photoshop, namun juga alternatif dari Adobe Illustrator dan Adobe InDesign dengan cukup menjalankan satu software.
Kekurangan:
- Tidak sekomprehensif Photoshop dalam plugin dan ekosistem AI.
- Kurang populer di kalangan profesional yang sudah lama pakai Adobe.
GIMP (GNU Image Manipulation Program)
GIMP telah menjadi andalan sebagai software open-source yang eksis lebih dari dua dekade. Meskipun gratis, kemampuan GIMP bisa menyaingi Photoshop dalam banyak aspek, terutama untuk editing foto dan desain dasar.
Fitur unggulan:
- Layer-based editing dengan mask, blending mode, dan filter.
- Dukungan plugin dan ekstensi komunitas yang sangat luas.
- Dapat membuka dan menyimpan file PSD.
- Kustomisasi tinggi sehingga bisa diatur sesuai kebutuhan pengguna.
Kelebihan:
- Gratis dan open source.
- Ringan dan bisa dijalankan di Windows, macOS, dan Linux.
- Banyak tutorial dan komunitas global yang aktif.
Kekurangan:
- UI/UX memang terkesan kuno dan butuh waktu adaptasi.
- Tidak semua fitur Photoshop dapat diimitasi sempurna dalam GIMP ini.
- Tidak ada dukungan resmi untuk format CMYK (bagi desainer cetak).
Photopea
Anda sedang dalam perjalanan dan tidak membawa laptop, namun ada revisi dadakan dari klien yang harus segera diselesaikan? Tenang, cukup mampir ke warnet terdekat dan buka website Photopea. “Saudara” kembar Photoshop versi online ini memiliki fungsionalitas Photoshop secara mengejutkan akurat. Tidak perlu instalasi, cukup buka browser, dan Anda bisa langsung mengedit file PSD, AI, atau XCF.
Fitur unggulan:
- Mendukung PSD, XCF, Sketch, dan format populer lainnya.
- Layer, mask, smart object, dan adjustment layer.
- Gratis digunakan secara online.
Kelebihan:
- Bisa dijalankan di mana saja, cukup dengan browser.
- Tampilan sangat mirip Photoshop.
- Mendukung shortcut keyboard standar Adobe.
Kekurangan:
- Pekerjaan Anda bergantung pada koneksi internet.
- Versi gratis dari aplikasi ini menampilkan iklan.
- Kurang cocok untuk proyek besar atau file berukuran besar karena harus diupload dulu ke server.
Pixlr
Pixlr memiliki dua versi utama: Pixlr X untuk pemula, dan Pixlr E untuk pengguna berpengalaman. Keduanya berbasis web dan sangat intuitif. Orang yang belum pernah menggunakan aplikasi ini sekali coba pun langsung bisa menguasai fitur-fitur dasarnya.
Fitur unggulan:
- Terdapat fungsi AI background remover yang dapat mempercepat pekerjaan Anda.
- Filter dan efek instan.
- Dukungan layer dasar.
Kelebihan:
- UI/UX modern dan mudah digunakan bahkan untuk pemula.
- Tidak perlu instalasi karena berjalan online.
- Cocok untuk kebutuhan desain cepat, seperti thumbnail, banner, dan media sosial.
Kekurangan:
- Fitur lanjutan untuk pengguna yang membutuhkan fungsi advance masih terbatas dibanding Photoshop.
- Terdapat iklan di versi gratis.
- Kurang ideal untuk pekerjaan editing detail atau profesional.
Krita
Software open source Krita ini awalnya memang dikembangkan untuk seniman digital dan ilustrator, bukan fotografer. Namun, fiturnya untuk menggambar digital sangat kuat dan bahkan melebihi Photoshop di beberapa aspek.
Fitur unggulan:
- Kuas digital realistis dan responsif. Cobalah bagaimana enaknya “melukis” di krita, apalagi jika Anda pengguna tablet grafis.
- Dukungan tablet grafis dan pen pressure yang memanjakan tangan Anda.
- Animation tools untuk frame-by-frame animation, cocok jika Anda menggambar untuk dianimasikan.
- Open-source dan gratis.
Kelebihan:
- Ideal untuk ilustrasi, komik, dan konsep seni digital.
- Ringan dan gratis.
- Komunitas kreator aktif yang saling membangun.
Kekurangan:
- Kurang optimal untuk photo retouching karena memang desain awalnya untuk ilustrator.
- Fitur desain grafis dan typography masih terbatas.
Canva Pro
Meski tidak sekuat Photoshop dalam hal editing foto mendalam, Canva menjadi favorit banyak marketer, pelajar, dan pebisnis karena kesederhanaannya. Dan yang menjadi nilai plus bagi Anda pengguna Canva, saat ini Anda otomatis akan mempunyai akses penuh ke Affinity Studio pasca diakuisisinya Affinity oleh Canva.
Fitur unggulan:
- Ribuan template siap pakai untuk poster, banner, dan media sosial. Cocok untuk yang frekuensi pekerjaannya tinggi.
- Drag-and-drop interface. Ya, semudah itu penggunaanya.
- Integrasi dengan stok foto dan elemen desain yang melimpah.
Kelebihan:
- Sangat mudah digunakan, bahkan anak-anak pun bisa.
- Kolaboratif (dapat digunakan tim secara online) sehingga mudah untuk sharing project.
- Banyak aset gratis.
Kekurangan:
- Fitur editing terbatas
- Tidak cocok untuk retouching atau manipulasi foto kompleks
- Biaya langganan bulanan atau tahunan untuk mengakses full feature.
Corel PHOTO-PAINT
Bagian dari paket CorelDRAW Graphics Suite, Corel PHOTO-PAINT menawarkan solusi lengkap bagi pengguna yang sudah familiar dengan produk Corel.
Fitur unggulan:
- Advanced color correction dan photo retouching.
- Integrasi sempurna dengan CorelDRAW. Sangat cocok bagi Anda desainer vektor yang males untuk mulai belajar interface Adobe Illustrator.
- Dukungan format RAW dan CMYK yang baik.
Kelebihan:
- Sangat baik untuk desainer cetak dan ilustrator profesional.
- Alur kerja efisien dengan CorelDRAW.
Kekurangan:
- Harga relatif mahal
- Tidak sepopuler Photoshop atau Affinity di kalangan fotografer karena Corel memang selama ini terkenal dengan Corel Draw sebagai pengolah vektornya.
Kesimpulan
Beberapa software yang telah kita bahas di atas memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada salahnya Anda mencoba jika ingin mencari “pengganti” dari Photoshop. Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak semua orang membutuhkan Photoshop. Jika Anda memang pekerja profesional yang sangat bergantung pada Photoshop karena merupakan standar industri Anda, tentunya tidak merupakan hal yang sulit untuk berlangganan Photoshop.
Namun jika Anda masih pelajar, pemula, atau UMKM yang masih berat untuk membayar harga yang dipatok Adobe, tidak ada salahnya mencoba alternatifnya dulu daripada mencari Photoshop versi bajakan. Bajakan tidak hanya buruk untuk developer, namun juga buruk untuk pengguna karena risiko virus dan keamanan yang menyertainya,.
| Kebutuhan | Rekomendasi |
|---|---|
| Editing profesional | Affinity Studio |
| Gratis dan open-source | GIMP |
| Online cepat dan ringan | Photopea / Pixlr |
| Ilustrasi dan digital art | Krita |
| Desain instan untuk media sosial | Canva |
| Produksi cetak profesional | Corel PHOTO-PAINT |
Untuk saya sendiri, Affinity Studio dan GIMP menjadi dua bintang utama di antara alternatif Photoshop lainnya. Affinity unggul di sisi profesionalitas dan performa, sementara GIMP memenangkan hati dengan kebebasan open-source-nya.
Jika Anda ingin lepas dari ketergantungan pada Adobe namun tetap produktif, dua software ini adalah langkah awal terbaik menuju dunia desain yang lebih mandiri dan efisien. Yang penting jangan gunakan software bajakan. Apalagi untuk mencari nafkah, ingatlah bahwa rezeki yang berkah berawal dari software yang sah.
Wassalam.