Purbaya lagi, Purbaya lagi. Lagi-lagi berita menarik dari Pak Purbaya. Beredar sebuah video tentang Menteri Keuangan yang kini telah menjadi idola rakyat Indonesia ditanya oleh seorang anak SMA. Kejadian ini diperkirakan berlangsung usai sebuah acara resmi yang diikuti Pak Purbaya. Terlihat Purbaya keluar dari pintu sebuah ruangan langsung dikerubungi wartawan yang menanyakan beragam pertanyaan.
Namun sebuah hal unik terjadi, di mana terekam suara seorang Anak SMA bernama Ahmad Ziad memanggil Pak Purbaya dan mengutarakan pertanyaan. “Saya mau nanya, Pak. Boleh nggak, Pak?” kata Ahmad Ziad. Purbaya pun memperbolehkan anak SMA tersebut mengutarakan pertanyaan. “Gimana tuh, Pak, cara memanage uang buat anak SMA yang baik dan benar. Supaya nggak boros, Pak. Saya kan suka flexing juga orangnya, Pak. Kan, kata Bapak nggak boleh flexing.“
Uniknya, dengan gaya santai dan bahasa “lo gue“, Purbaya menjawab pertanyaan anak SMA tersebut. “Ya lu makan secukupnya, uangnya ditabungin. Itu aja dimanage dengan baik. Nanti ditabungin kalau udah mulai cukup banyak. Coba lu liat ke pasar modal, coba lihat reksa dana dulu. (Kalau) udah kenal produknya. mulai beli saham dikit-dikit lah. Tapi bertahap, gitu.” Lucunya lagi, si anak SMA menimpali dengan jawaban, “tapi uangnya baru 200 ribu Pak“. Purbaya pun menjawab “200 ribu sudah bisa. (Bahkan) 100 ribu pun sudah bisa kalau mau main saham. Tapi bagusnya beli reksa dana dulu biar kamu ngerti. Kalau nggak, kamu pasti rugi kalau main saham. Nanti masuk ke saham gorengan lagi.“
Rendah Hati dan Dekat dengan Anak Muda
Sosok Purbaya dalam video itu tak canggung berbicara dengan gaya gaul, menyesuaikan diri dengan cara bicara anak SMA. Bukan sekadar pencitraan, namun sikap spontan tersebut memperlihatkan karakter rendah hati dan kemampuan beradaptasi yang langka pada pejabat publik. Bayangkan, pertanyaan informal anak SMA saja diladeni tanpa “baper“, apalagi urusan-urusan yang lebih resmi lainnya.
Dalam obrolan singkat itu, Purbaya memberikan pesan finansial yang konkret dan mudah dicerna. Petuahnya sangat jelas, mulai dari mengenal reksa dana, lalu mengenal saham secara bertahap. Gaya komunikasinya yang ringan namun bernas membuat pesan keuangan menjadi mudah dipahami bahkan oleh remaja. Di era ketika banyak anak muda lebih tertarik pada konten hiburan, gaya seperti ini sangat efektif untuk menanamkan nilai literasi finansial tanpa terasa menggurui.
Pelajaran Keuangan dari Obrolan Singkat
Dari percakapan singkat itu, sebenarnya ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik siapa saja, terutama generasi muda:
- Hidup Secukupnya, Hindari Flexing Berlebihan
Flexing atau pamer harta mungkin terlihat keren di media sosial, tetapi sering kali hanya menghasilkan tekanan finansial dan gaya hidup palsu. Purbaya mengingatkan bahwa kebiasaan memamerkan diri dengan ekspektasi sosial yang tinggi bisa berbahaya bagi keuangan pribadi. - Mulai Menabung Sejak Dini
Tak peduli seberapa kecil jumlahnya, kebiasaan menabung adalah pondasi finansial yang penting. Anak SMA dengan uang jajan 200 ribu pun bisa belajar menyisihkan sebagian kecil untuk investasi. - Kenali Produk Keuangan Sebelum Terjun ke Pasar Modal
Purbaya menekankan pentingnya memahami instrumen keuangan seperti reksa dana sebelum terjun langsung ke saham. Reksa dana adalah tempat belajar yang aman karena dikelola oleh manajer investasi profesional. - Investasi Tidak Harus Menunggu Kaya
Dengan kemajuan teknologi, kini investasi bisa dimulai hanya dari Rp100.000 saja.
Investasi Rp100 Ribu, Benarkah Bisa?
Ya, kini masyarakat Indonesia bisa memulai investasi di pasar modal hanya dengan modal kecil, bahkan mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000 tergantung platform dan produk yang dipilih. Anda tak perlu menjadi seorang milyarder untuk menjadi “pemilik” perusahaan-perusahaan besar. Seberapa kecil pun uang Anda tanamkan dalam saham, Anda tetaplah dihitung sebagai pemegang saham yang berhak mengikuti RUPS, meskipun sebagai pemegang saham minoritas.
Untuk anak muda seperti Ahmad Ziad, berikut beberapa pilihan platform dan manajer investasi yang ramah pemula:
- Bibit – Minimal investasi Rp10.000.
- Bareksa – Marketplace reksa dana dengan minimal pembelian Rp50.000.
- IPOT (Indo Premier Online Technology) – Cocok bagi pemula yang ingin belajar saham dan reksa dana dengan modal awal mulai Rp100.000.
- Pluang – Menyediakan produk reksa dana, emas digital, hingga aset global. Minimum investasi Rp10.000.
- Ajaib – Platform populer di kalangan muda dengan minimum investasi Rp100.000 dan tampilan aplikasi yang mudah digunakan.
Oya, sebagai informasi tambahan bahwa semua platform tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga aman untuk digunakan.
Literasi Keuangan Sejak Dini
Masih banyak remaja dan bahkan mahasiswa yang belum memahami dasar-dasar pengelolaan uang. Banyak yang menganggap investasi itu urusan orang dewasa atau orang kaya, padahal justru sebaliknya: jika kita belajar investasi maka semakin cepat kita akan kaya.
Menurut data OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2022 baru mencapai 49,68%. Artinya, masih lebih dari separuh masyarakat belum memahami cara mengelola keuangan, menabung, atau berinvestasi dengan benar. Karena itu, upaya seperti yang dilakukan Purbaya sangat penting untuk membentuk generasi melek finansial. Hal inilah yang akan menghindarkan masyarakat menjadi korban dari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi.
Edukasi Finansial di Sekolah
Momentum seperti ini seharusnya menjadi pemantik bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memperkuat kurikulum literasi keuangan sejak dini. Kementerian Keuangan, OJK, dan BEI sebenarnya telah menjalankan berbagai program literasi keuangan untuk pelajar, seperti “Yuk Nabung Saham” dan “SimPel” (Simpanan Pelajar). Namun, tentunya peran figur seperti Purbaya dapat membuat pesan-pesan tersebut lebih hidup, apalagi saat ini makin banyak anak muda yang mengagumi dan terinspirasi dari Pak Purbaya. Tentunya pesan-pesan akan makin mudah tersampaikan.
Kesimpulan
Video viral Purbaya bersama Ahmad Ziad menjadi bukti bahwa edukasi keuangan bisa dikemas ringan dan menyenangkan. Padahal ini hanya sekadar obrolan singkat dan spontan, namun mungkin pesannya lebih “ngena” dibanding jika dilakukan dengan gaya kaku di ruang-ruang pendidikan. Gaya santai sang menteri bukan hanya membuatnya disukai publik, tetapi juga membuat pesan penting tentang menabung dan berinvestasi sampai ke hati anak muda.
Mulai dari Rp100.000 saja, siapa pun kini bisa belajar berinvestasi. Dan seperti yang diucapkan Purbaya, “Yang penting mulai dulu. Kenali produknya, baru nanti berkembang.” Sebuah nasihat sederhana, tetapi bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian finansial bangsa.
Wassalam.