Ini Dia Arti Nama Purbaya. Ternyata Ada Akronimnya!

Jagat Indonesia Raya nampaknya sedang diterpa sebuah euforia. Rasa antusiasme yang tinggi ini mampu melintas batas dari dunia nyata hingga ke dunia maya. Mulai dari obrolan di pos ronda, kafe, kantin, kantor, ruang akademis, sampai di kolom komentar sosial media tertarik untuk membicarakannya. Sosok lelaki paruh baya dengan gaya ceplas ceplos dan sering disebut koboy ini namanya tak asing di telinga. Ialah Purbaya Yudhi Sadewa, sang penjaga pundi-pundi uang negara, Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Bukan tanpa alasan Purbaya menjadi daya tarik untuk diperbincangkan masyarakat Indonesia. Seolah tak boleh ada hari tanpa Purbaya, media mainstream menuliskan namanya di setiap pemberitaan. Mulai dari isu-isu serius terkait pengelolaan keuangan negara hingga hal-hal receh tak terduga, menjadikannya amunisi pemberitaan dengan mengulas sepak terjang Purbaya.

Purbaya nampaknya telah membuat banyak rakyat jatuh cinta. Coba saja ketik namanya di Instagram, akan bermunculan banyak akun yang mencukil namanya, entah untuk tujuan cari follower cepat atau memang fans garis kerasnya.

Kepercayaan publik seolah didapatnya dengan mudah. Belum genap dua bulan menjabat, ia telah menduduki jajaran tertinggi menteri berkinerja terbaik di pemerintahan Prabowo – Gibran. Seolah publik lupa bahwa di hari pertama ia dilantik sebagai Menteri Keuangan, perhatian publik sempat disita karena unggahan anaknya di sosial media. Fenomena Purbaya ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Indonesia pada dasarnya pemaaf.

Siapa Sebenarnya Purbaya?

Sebenarnya nama Purbaya tidaklah asing bagi warga Indonesia, terutama masyarakat jawa. Meskipun Purbaya adalah orang Sunda, nama Purbaya sebenarnya sudah umum bagi lelaki jawa, yang bermakna bijaksana. Dalam pewayangan, Purbaya adalah nama lain dari Raden Gatotkaca, Putra dari Bima. Dalam era kerajaan Mataram, nama Purbaya juga dikenal sebagai seorang Pangeran putra dari Panembahan Senopati.

Tokoh-tokoh Purbaya terdahulu ini seolah hidup kembali menyita perhatian rakyat dalam diri Purbaya versi zaman now. Berbeda dengan Purbaya-Purbaya pendahulunya yang terkenal sakti mandraguna, Purbaya zaman now tak lagi bermain dengan kekuatan supranatural. Data-data akurat, pikiran kritis analitis, serta gaya bicara yang apa adanya menjadi kesaktian Purbaya Yudhi Sadewa.

Bermain-main dengan Purbaya

Ketika mendengar nama Purbaya, entah mengapa pikiran iseng saya mulai berkeliaran untuk bermain-main. Bukan, saya tidak sedang membahas bermain soal anggaran belanja negara. Bukan pula bermain soal data keuangan karena itu ranahnya Pak Purbaya.

Yang saya maksud bermain ini lebih ringan, lebih receh, dan bisa dibilang tidak penting. Ada satu hal yang paling mengena di otak saya. Nama “Purbaya” ini sangat akronim-able. What? Maksudnya?

Hehe, sabar dulu, bahkan bukan cuma saya yang berpikiran seperti itu. Orang sekelas Bung Rocky Gerung pun secara tak sadar memikirkan hal yang sama. Sebagai plesetan, ia menyebut Purbaya adalah akronim dari “pura-pura banyak gaya”. Untuk julukan yang diberikan Rocky Gerung ini saya tidak mau berkomentar, toh mereka berdua juga sepertinya berteman dengan baik.

Purbaya Jadi Ormas

Dalam perbincangan dunia maya, banyak masyarakat memaknai Purbaya sebagai Perubahan Untuk Indonesia Raya. Dan tahukah kalian, akronim ini sudah dideklarasikan sebagai organisasi masyarakat oleh beberapa masyarakat di Kota Medan, loh! Mereka mendirikan Ormas Purbaya sebagai bentuk dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya.

Semangat perjuangan Purbaya menjadi inspirasi pembentukan organisasi masyarakat ini. Entah apakah Pak Purbaya sendiri sudah tahu tentang berdirinya ormas ini atau tidak, yang jelas bara semangat berjuang untuk negeri telah menular dari Lapangan Banteng hingga ke Kota Medan.

Selain istilah-istilah di atas, berbekal pikiran iseng tadi admin akan membagikan kepanjangan dari akronim Purbaya:

  1. Pertempuran berbahaya – Kalau ini jangan dimaknai terlalu literal, ya! Pak Purbaya memang sedang bertempur melawan kemiskinan, melawan korupsi, dan melawan ketidakberpihakan kepada rakyat.
  2. Gempuran bapak-bapak paruh baya – Di usianya yang tak lagi muda, Pak Purbaya menunjukkan taringnya sebagai teknokrat ulung. Dengan strategi yang berbeda 180° dari Menkeu pendahulunya, ia mampu menularkan nuansa optimisme bagi khalayak luas. Ceplas-ceplosnya banyak membuka pikiran orang.
  3. Pura-pura paruh baya – Kalau ini sih maksudnya semangat Pak Purbaya yang menggelora tak kalah dari anak-anak muda. Lihat tuh gaya dan gesturnya yang tegas, mantap, namun penuh perhitungan. Jangan-jangan tampilan fisiknya hanya tipuan? hehe
  4. Peningkatan Usaha Rakyat Berdaya – Sebagai rakyat, admin hanya bisa mendukung dan berdoa agar program-program yang dijalankan Pak Purbaya beserta tim dapat berhasil dan memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.
  5. Program unggulan ramah budaya – Di sela-sela kesibukan menjalankan program-programnya, Pak Purbaya juga aktif mendukung UMKM lokal. Lihat saja fotonya bertebaran sedang makan di pinggir jalan. Bahkan sebelum ia menjabat sebagai menteri pun sudah terkenal dengan gaya yang apa adanya dan berbaur dengan rakyat.
  6. Pendidikan untuk rakyat bangkit dan jaya – Presiden Prabowo dalam suatu pidatonya pernah menginstruksikan kepada Pak Purbaya untuk memberikan beasiswa full hingga kuliah untuk anak-anak terbaik bangsa. Semoga ini bisa menjadi dorongan kuat majunya pendidikan Indonesia.
  7. Pemacu untuk rakyat berkarya – Tak lelah-lelahnya Pak Purbaya mengatakan fokus utamanya adalah meningkatkan daya beli masyarakat. Gelontoran dana ratusan triliun rupiah menjadi bukti keseriusannya mendukung rakyat untuk terus dapat momentum dalam berkarya.
  8. Panjang umur dan bahagiya – Kalau ini sih harapan admin, semoga Pak Purbaya dan kita semua yang membaca artikel ini selalu sehat, panjang umur, dan hidup bahagia.

Itulah tadi beberapa kepanjangan dari akronim Purbaya. Apapun kepanjangannya, yang jelas kita sama-sama berharap Indonesia bisa menjadi negara yang semakin hebat, semakin kuat, serta dapat terus membahagiakan rakyat.

Wassalam.