Koleksi Pantun Jenaka Bikin Tertawa!

Berikut ini adalah contoh pantun jenaka lucu yang bisa digunakan untuk mencairkan suasana di berbagai macam acara. Tentunya kamu harus melihat konteks acaranya juga, ya! Jangan sampai niat baik kamu mencairkan suasana malah dikira tidak sopan dan melanggar etika. OK, langsung saja kita simak!

Jalan-jalan ke Pulau Jawa,
Sambil dengerin lagu Stecu.
Bagaimana tidak tertawa,
Melihat anjing pakai gincu.

Pagi-pagi sudah bertamu,
Disambut baik jadi betah.
Sungguh enak masakanmu,
Sekali cicip langsung muntah.

Cicak besar namanya tokek,
Ikan di kaleng namanya sarden.
Ada saja kelakuan kakek,
Sudah tua jago break dance.

Ada palung ada lubuk,
Di dalamnya hidup gurita.
Dasar bapak-bapak Fesbuk,
Berita hoax dikira fakta

Makan ayam sambal terasi,
Cabenya nempel di gusi.
Jangan mudah terprovokasi,
Dikit-dikit klafirikasi.

Sungguh segar jeruk peras,
Tambah gulanya jadi manis.
Dasar bocil gaya sok keras,
Dijewer dikit paling juga nangis.

Mandi bersih memakai sabun,
Biar rapi pakailah dasi.
Komen di sosmed jangan asbun,
Awas nanti ditangkap polisi.

Simpan beras di karung goni,
Penuh sekam di sudut ruang.
Lucu sekali adikku ini,
Muka hitam terkena arang.

Ayam jago lari ke hutan,
Pulang-pulang membawa ranting.
Melihatmu sedang makan,
Imut benar bikinku salting.

Jalan pagi sambil nyanyi,
Suara fals bikin orang kabur.
Kalau kamu tersenyum lagi,
Hati ini sungguh terhibur.

Kucing tidur di atas tikar,
Tiba-tiba ngorok pelan.
Candamu bikinku gempar,
Tapi hatiku tetap nyaman.

Anak kecil main petasan,
Suaranya bikin terlonjak.
Kalau kamu bikin candaan,
Sudah pasti aku ngakak.

Lari pagi di dekat sawah,
Sambil dengerin suara katak.
Kelakuanmu bikinku resah,
Tapi akhirnya tetap bikin ngakak

Beli tempe di warung depan,
Digoreng gosong sampai hitam.
Candamu kadang nggak sopan,
Tapi tetap bikin hati tentram.

Kura-kura jalannya pelan,
Dikejar ayam malah lari.
Kalau kamu bikin candaan,
Perutku sakit berhari-hari.

Minum kopi tumpah ke meja,
Lapnya hilang entah ke mana.
Walau hidup kadang tak jelas juga,
Tawamu bikin lega suasana.

Burung kecil hinggap di ranting,
Kaget lihat kucing melompat.
Kamu itu bikinku salting,
Walau kadang bikin aku penat.

Beli bakso lupa bawa uang,
Malu tanpa sepatah kata.
Kamu muncul suasana jadi riang,
Lucumu sehangat matahari di kota.

Jika kamu ingin membuat pantun jenaka sendiri, mungkin pantun-pantun humor di atas bisa menjadi referensi. Yang perlu diingat saat ingin membuat pantun humor atau pantun komedi adalah pesan yang ingin disampaikan. Pesan ini biasanya diletakkan di bagian isi pantun, misal untuk pantun 4 baris, isinya berada di baris ketiga dan keempat. Jika isinya telah ditentukan, baru setelah itu kamu bisa membuat baris pertama dan kedua sebagai sampiran.

Misalnya kamu ingin membuat pantun jenaka tentang kelucuan kakekmu yang sudah sepuh sekaligus memberinya peringatan. Pertama, tentukan baris isinya. Contoh baris isi:

Dasar kakek usia renta,
Masih saja rajin merokok.

Nah, pastikan isi pesannya jelas dan singkat. Kalau bisa jangan menggunakan kata terlalu panjang. Idealnya satu baris pantun cukup 8 sampai 12 suku kata. Baru setelah itu kita cari sampiran yang terdengar lucu namun tetap menjaga rima ab ab. Pastikan juga antara baris pertama dan baris kedua isi sampirannya nyambung. Misal saya pilih ini untuk baris sampirannya:

Bangun tidur di pagi buta,
Kaget dengar ayam berkokok.

Daripada sampiran yang ini:

Jalan-jalan di pusat kota,
Beras itu makanan pokok.

Meskipun keduanya berima ab ab, yaitu berakhiran -ta dan -kok semua, namun baris sampiran yang pertama tentunya lebih nyambung kalimatnya daripada baris kedua. Jadi jika digabungkan pantun tersebut menjadi seperti ini:

Bangun tidur di pagi buta,
Kaget dengar ayam berkokok.
Dasar kakek usia renta,
Masih saja rajin merokok.

Sedikit tips untuk membuat pantun tadi semoga bisa membantu kalian dalam membuat pantun sendiri dan kalian bisa lebih memahami makna pantun jenaka.

Baca juga koleksi pantun gombal yang bisa bikin gebetanmu kelpek-klepek!